Alhamdulillah, kegiatan Rantai Kebaikan bulan Maret telah sukses terlaksana berkat dukungan para donatur dan relawan yang luar biasa. Beragam aksi kebaikan telah kita lakukan bersama di Ramadan penuh berkah: 🌟 Iftar Bersama Yatim & Dhuafa 🌟 Bimbingan Belajar 🌟 Santunan Qur’an Braile 🌟 Santunan Akbar 🌟 Santunan Al-Qur’an
Terima kasih atas kontribusi semua pihak. Semoga kebaikan ini membawa manfaat dan keberkahan untuk kita semua. 😇 #RantaiKebaikan #KebaikanBersama #RamadanPenuhMakna #AksiSahabatInspirasi
Asmaul Husna merupakan deretan nama-nama indah yang mencerminkan sifat-sifat mulia Allah SWT. Yuk, kita pelajari Asmaul Husna dalam versi Latin beserta terjemahan dalam bahasa Indonesia.
Setiap nama dalam Asmaul Husna mengandung makna dan manfaat yang luar biasa. Dalam Islam, umat dianjurkan untuk berdoa dengan menyebut nama-nama Allah ini karena masing-masing mengandung sifat-Nya yang agung. Dengan membaca, menghafal, serta memahami artinya, kita dapat memperkuat keimanan dan kedekatan spiritual kepada-Nya.
1. الرحمن = Ar Rahman
Artinya: Yang Maha Pengasih
2. الرحيم = Ar Rahiim
Artinya: Yang Maha Penyayang
3. الملك = Al Malik
Artinya: Yang Maha Merajai (bisa diartikan Raja dari semua Raja)
4. القدوس = Al Quddus
Artinya: Yang Maha Suci
5. السلام = As Salaam
Artinya: Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6. المؤمن = Al Mu’min
Artinya: Yang Maha Memberi Keamanan
7. المهيمن = Al Muhaimin
Artinya: Yang Maha Mengatur
8. العزيز = Al ‘Aziiz
Artinya: Yang Maha Perkasa
9. الجبار = Al Jabbar
Artinya: Yang Memiliki (Mutlak) Kegagahan
10. المتكبر = Al Mutakabbir
Artinya: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran
Baca juga: Arti Al Quddus dalam Asmaul Husna dan Keutamaan Sifatnya
11. الخالق = Al Khaliq
Artinya: Yang Maha Pencipta
12. البارئ = Al Baari’
Artinya: Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)
13. المصور = Al Mushawwir
Artinya: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)
14. الغفار = Al Ghaffaar
Artinya: Yang Maha Pengampun
15. القهار = Al Qahhaar
Artinya: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu
16. الوهاب = Al Wahhaab
Artinya: Yang Maha Pemberi Karunia
17. الرزاق = Ar Razzaaq
Artinya: Yang Maha Pemberi Rezeki
18. الفتاح = Al Fattaah
Artinya: Yang Maha Pembuka Rahmat
19. العليم = Al ‘Aliim
Artinya: Yang Maha Mengetahui
20. القابض = Al Qaabidh
Artinya: Yang Maha Menyempitkan
21. الباسط = Al Baasith
Artinya: Yang Maha Melapangkan
22. الخافض = Al Khaafidh
Artinya: Yang Maha Merendahkan
23. الرافع = Ar Raafi’
Artinya: Yang Maha Meninggikan
24. المعز = Al Mu’izz
Artinya: Yang Maha Memuliakan
25. المذل = Al Mudzil
Artinya: Yang Maha Menghinakan
26. السميع = Al Samii’
Artinya: Yang Maha Mendengar
27. البصير = Al Bashiir
Artinya: Yang Maha Melihat
28. الحكم = Al Hakam
Artinya: Yang Maha Menetapkan
29. العدل = Al ‘Adl
Artinya: Yang Maha Adil
30. اللطيف = Al Lathiif
Artinya: Yang Maha Lembut
31. الخبير = Al Khabiir
Artinya: Yang Maha Mengenal
32. الحليم = Al Haliim
Artinya: Yang Maha Penyantun
33. العظيم = Al ‘Azhiim
Artinya: Yang Maha Agung
34. الغفور = Al Ghafuur
Artinya: Yang Maha Memberi Pengampunan
35. الشكور = As Syakuur
Artinya: Yang Maha Pembalas Budi (menghargai)
36. العلى = Al ‘Aliy
Artinya: Yang Maha Tinggi
37. الكبير = Al Kabiir
Artinya: Yang Maha Besar
38. الحفيظ = Al Hafizh
Artinya: Yang Maha Memelihara
39. المقيت = Al Muqiit
Artinya: Yang Maha Pemberi Kecukupan
40. الحسيب = Al Hasiib
Artinya: Yang Maha Membuat Perhitungan
41. الجليل = Al Jaliil
Artinya: Yang Maha Luhur
42. الكريم = Al Kariim
Artinya: Yang Maha Pemurah
43. الرقيب = Ar Raqiib
Artinya: Yang Maha Mengawasi
44. المجيب = Al Mujiib
Artinya: Yang Maha Mengabulkan
45. الواسع = Al Waasi’
Artinya: Yang Maha Luas
46. الحكيم = Al Hakim
Artinya: Yang Maha Bijaksana
47. الودود = Al Waduud
Artinya: Yang Maha Mengasihi
48. المجيد = Al Majiid
Artinya: Yang Maha Mulia
49. الباعث = Al Baa’its
Artinya: Yang Maha Membangkitkan
50. الشهيد = As Syahiid
Artinya: Yang Maha Menyaksikan
51. الحق = Al Haqq
Artinya: Yang Maha Benar
52. الوكيل = Al Wakiil
Artinya: Yang Maha Memelihara
53. القوى = Al Qawiyyu
Artinya: Yang Maha Kuat
54. المتين = Al Matiin
Artinya: Yang Maha Kokoh
55. الولى = Al Waliyy
Artinya: Yang Maha Melindungi
56. الحميد = Al Hamiid
Artinya: Yang Maha Terpuji
57. المحصى = Al Muhshii
Artinya: Yang Maha Mengalkulasi (menghitung segala sesuatu)
58. المبدئ = Al Mubdi’
Artinya: Yang Maha Memulai
59. المعيد = Al Mu’iid
Artinya: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60. المحيى = Al Muhyii
Artinya: Yang Maha Menghidupkan
61. المميت = Al Mumiitu
Artinya: Yang Maha Mematikan
62. الحي = Al Hayyu
Artinya: Yang Maha Hidup
63. القيوم = Al Qayyuum
Artinya: Yang Maha Mandiri
64. الواجد = Al Waajid
Artinya: Yang Maha Penemu
65. الماجد = Al Maajid
Artinya: Yang Maha Mulia
66. الواحد = Al Wahid
Artinya: Yang Maha Tunggal
67. الاحد = Al Ahad
Artinya: Yang Maha Esa
68. الصمد = As Shamad
Artinya: Yang Maha Dibutuhkan (tempat meminta)
69. القادر = Al Qaadir
Artinya: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70. المقتدر = Al Muqtadir
Artinya: Yang Maha Berkuasa
71. المقدم = Al Muqaddim
Artinya: Yang Maha Mendahulukan
72. المؤخر = Al Mu’akkhir
Artinya: Yang Maha Mengakhirkan
73. الأول = Al Awwal
Artinya: Yang Maha Awal
74. الأخر = Al Aakhir
Artinya: Yang Maha Akhir
75. الظاهر = Az Zhaahir
Artinya: Yang Maha Nyata
76. الباطن = Al Baathin
Artinya: Yang Maha Ghaib
77. الوالي = Al Waali
Artinya: Yang Maha Memerintah
78. المتعالي = Al Muta’aalii
Artinya: Yang Maha Tinggi
79. البر = Al Barru
Artinya: Yang Maha Penderma (maha pemberi kebajikan)
80. التواب = At Tawwaab
Artinya: Yang Maha Penerima Taubat
81. المنتقم = Al Muntaqim
Artinya: Yang Maha Pemberi Balasan
82. العفو = Al Afuww
Artinya: Yang Maha Pemaaf
83. الرؤوف = Ar Ra’uuf
Artinya: Yang Maha Pengasuh
84. مالك الملك = Malikul Mulk
Artinya: Yang Maha Penguasa Kerajaan (semesta)
85. ذو الجلال و الإكرام = Dzul Jalaali WalIkraam
Artinya: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86. المقسط = Al Muqsith
Artinya: Yang Maha Pemberi Keadilan
87. الجامع = Al Jamii’
Artinya: Yang Maha Mengumpulkan
88. الغنى = Al Ghaniyy
Artinya: Yang Maha Kaya
89. المغنى = Al Mughnii
Artinya: Yang Maha Pemberi Kekayaan
90. المانع = Al Maani
Artinya: Yang Maha Mencegah
91. الضار = Ad Dhaar
Artinya: Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92. النافع = An Nafii’
Artinya: Yang Maha Memberi Manfaat
93. النور = An Nuur
Artinya: Yang Maha Bercahaya (menerangi, memberi cahaya)
94. الهادئ = Al Haadii
Artinya: Yang Maha Pemberi Petunjuk
95. البديع = Al Badii’
Artinya: Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya
96. الباقي = Al Baaqii
Artinya: Yang Maha Kekal
97. الوارث = Al Waarits
Artinya: Yang Maha Pewaris
98. الرشيد = Ar Rasyiid
Artinya: Yang Maha Pandai
99. الصبور = As Shabuur
Artinya: Yang Maha Sabar
Itulah daftar 99 Asmaul Husna dalam tulisan Latin beserta artinya, yang bisa menjadi sumber pahala bila diamalkan dalam keseharian. Sebutkan nama-nama agung Allah ini dalam doa dan dzikir harian. Selain menambah pahala, mengulang-ulang Asmaul Husna juga bisa membawa ketenangan hati
Segenap pengurus maupun volunteer Aksi Sahabat Inspirasi mengucapkan,
Minal ‘aidin wal faizin Mohon maaf lahir batin ya 🙏🏼
Terima kasih atas kebaikan dan kepercayaannya sudah ikut berbagi keberkahan bersama Aksi Sahabat Inspirasi. Semoga Allah membalas dengan kelimpahan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan.
Alhamdulillah, momen yang penuh kehangatan ini menjadi pengingat bahwa indahnya berbagi adalah ketika kebahagiaan bisa dirasakan bersama.
🌙✨ Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, sahabat dermawan, dan para relawan yang telah membersamai langkah kecil ini. Semoga segala kebaikan dibalas dengan keberkahan rezeki, kesehatan, dan rahmat yang berlimpah dari Allah SWT.
Mari terus saling menguatkan, berbagi, dan menebar kebaikan.
“Karena sejatinya, kebahagiaan yang kita bagi akan kembali pada diri kita dalam bentuk yang lebih indah.”
Keutamaan puasa di bulan suci Ramadan sangat besar dan istimewa dalam ajaran Islam. Berikut beberapa keutamaan puasa Ramadan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadis:
1. Puasa Ramadan Sebagai Rukun Islam
Puasa Ramadan adalah rukun Islam yang keempat, sehingga hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Menghapus Dosa-dosa yang Telah Lalu
Puasa Ramadan menjadi penghapus dosa bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
“Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Saat Ramadan, Allah membuka pintu-pintu surga, menutup pintu-pintu neraka, dan membelenggu setan.
“Apabila datang bulan Ramadan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan dibelenggulah setan-setan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Doa Orang yang Berpuasa Dikabulkan
Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab, terutama saat berbuka.
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika dia berbuka ada doa yang tidak tertolak.” (HR. Ibnu Majah)
5. Mendapat Pahala yang Tak Terbatas
Allah sendiri yang akan membalas pahala puasa, karena amalan ini khusus untuk-Nya.
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus (Ar-Rayyan)
Bagi orang yang rajin berpuasa, kelak di akhirat akan dipanggil lewat pintu Ar-Rayyan.
“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat, tidak akan masuk melalui pintu itu seorang pun selain mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
7. Mengasah Kesabaran dan Keikhlasan
Puasa melatih diri untuk menahan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, dan menumbuhkan ketakwaan.
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
8. Malam Lailatul Qadar
Di bulan Ramadan terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Amalan pada malam itu pahalanya lebih dari 83 tahun ibadah. (QS. Al-Qadr: 1-3)
Kesimpulan:
Puasa Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, melatih jiwa, serta mendapatkan pahala dan surga. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menyambut Ramadan dengan penuh suka cita dan semangat beribadah.
Bulan suci penuh berkah telah tiba. Saatnya menyucikan hati, memperbanyak amal, dan menebar kebaikan. Mari jalani Ramadan ini dengan penuh keikhlasan bersama AKSI SAHABAT INSPIRASI, merajut kebersamaan dalam ibadah, berbagi, dan peduli sesama.
Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, serta memperkuat keimanan kita semua. Yuk, jadikan setiap hari di bulan ini sebagai ladang pahala dan kebaikan yang terus mengalir. Karena setiap langkah kecil menuju kebaikan, akan menjadi cahaya di dunia dan akhirat.
Di bulan penuh rahmat ini, mari manfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memaafkan, dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang melatih kesabaran, menumbuhkan rasa syukur, serta memperbanyak doa dan amal baik.
“Selamat Hari Perempuan Internasional! Mari kita rayakan kesetaraan gender dan non-diskriminasi. Perempuan memiliki kekuatan untuk membentuk masa depan yang lebih baik. Mari kita memberdayakan mereka dengan memberikan kesempatan dan dukungan yang mereka butuhkan.
Perempuan tidak bisa diukur dengan standar laki-laki. Harus dihargai sebagai individu. – R.A Kartini.
Mari kita melawan hambatan, menantang stereotip, dan membuat lingkungan dimana perempuan dapat di value dan dihormati. #HariPerempuanInternasional #KesetaraanGender #NonDiskriminasi” #AksiSahabatInspirasi
Berikut ini cara mengucapkan selamat bulan suci Ramadhan kepada seseorang dalam berbagai bahasa di seluruh dunia.
Menyusul penampakan hilal oleh panitia penampakan bulan pada hari Jumat, Arab Saudi telah mengumumkan bahwa hari pertama puasa akan jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret.
Negara-negara lain mengikuti penampakan bulan mereka sendiri, dan bulan sabit tidak terlihat di Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, dan beberapa negara lain di Asia sehingga menjadikan hari pertama Ramadhan pada tanggal 2 Maret.
Sekitar 1,9 miliar umat Islam – hampir seperempat populasi dunia – merayakan Ramadhan. Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar, sekitar 240 juta jiwa, diikuti oleh Pakistan (225 juta jiwa), India (211 juta jiwa), Bangladesh (155 juta jiwa), dan Nigeria (111 juta jiwa).
Saat bulan suci dimulai, banyak umat Muslim yang mempersiapkan diri untuk berpuasa, merenung, dan bersosialisasi. Mereka yang berpuasa memulai hari dengan makan sahur, sahur, dan berbuka puasa saat matahari terbenam dengan berbuka puasa.
Mengapa Ramadan dianggap suci?
Umat Muslim percaya bahwa Ramadan adalah bulan ketika ayat-ayat pertama Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad lebih dari 1.400 tahun yang lalu.
Puasa adalah salah satu dari lima rukun Islam, bersama dengan pernyataan iman, salat lima waktu, bersedekah, dan menunaikan ibadah haji ke Mekkah jika mampu secara fisik dan finansial.
Ucapan Ramadan dalam berbagai bahasa Bulan dimulai dengan penampakan bulan baru, yang sering kali disertai dengan curahan ucapan selamat untuk menandai momen tersebut. Banyak negara dengan mayoritas Muslim memiliki ucapan selamat tradisional mereka sendiri dalam bahasa asli mereka.
Di antara ucapan yang paling umum adalah “Ramadhan Mubarak” dan “Ramadhan Kareem”. Ucapan-ucapan ini adalah ucapan dalam bahasa Arab yang masing-masing berarti “Ramadhan yang diberkahi” dan “Ramadhan yang murah hati”.
Ucapan selamat tidak terbatas pada bahasa lisan. Ucapan selamat juga mencakup bahasa isyarat dan huruf Braille. Beberapa negara memiliki versi bahasa isyarat mereka sendiri, tetapi meletakkan satu tangan secara horizontal di mulut merupakan hal yang umum di sebagian besar negara untuk melambangkan puasa.
Dibawah ini ucapan selamat Ramadhan dalam berbagai bahasa
Sumber : Aljazeera.com “Ramadan Mubarak 2025: Hear greetings in different languages”
“Assalamu’alaikum, selamat datang di Rantai Kebaikan Februari 2025!
Bulan Februari, kami telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Pertama, kami telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Belajar, yang bertujuan untuk membantu anak-anak yang membutuhkan bantuan dalam belajar.
Kedua, kami telah melaksanakan Jum’at Berkah, yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketiga, kami telah melaksanakan Santunan Yatim, yang bertujuan untuk membantu anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan.
Keempat, kami telah memperbarui pembangunan Rumah Tahfidz, yang bertujuan untuk membangun tempat belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Kelima, kami telah melaksanakan Santunan Al-Qur’an dan Tarhib Ramadan, yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memahami dan mengamalkan Al-Qur’an, Serta Tarhib ramadan dalam menyambut bulan suci yang penuh hikmah.
Semua kegiatan ini tidak mungkin terlaksana tanpa dukungan dan partisipasi dari Anda semua. Terima kasih atas peran serta Anda dalam membangun Rantai Kebaikan ini.
Mari kita teruskan kebaikan ini dan membangun masyarakat yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih beriman.
Ungkapan ini berarti bahwa sesuatu hanya dianggap mustahil oleh mereka yang tidak mau mencoba atau berusaha. Jika seseorang memiliki kemauan dan tekad, banyak hal yang tampak sulit bisa dicapai. Dengan kata lain, batasan terbesar sering kali bukan pada keadaan, tetapi pada kemauan seseorang untuk bertindak.
Misalnya, seseorang yang ingin sukses dalam bisnis tetapi takut gagal mungkin menganggap sukses itu mustahil, padahal yang menghalangi hanyalah ketidakmauannya untuk mencoba. Sebaliknya, mereka yang berani mengambil risiko dan terus belajar memiliki peluang lebih besar untuk berhasil. Efek samping dari sikap enggan ini bisa berupa hilangnya peluang, penyesalan di masa depan, serta stagnasi dalam hidup dan karier.
Solusinya adalah mengubah pola pikir dan mulai mengambil langkah kecil menuju tujuan, tanpa terlalu takut akan kegagalan. Selain itu, membangun disiplin, mencari inspirasi dari orang-orang sukses, serta mengelilingi diri dengan lingkungan yang mendukung bisa membantu mengatasi rasa enggan. Yang terpenting, melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar akan membuat seseorang lebih berani mencoba dan berkembang.